Jumat, 04 Desember 2009

Minat Budidaya Gurami Tinggi

Bisa Untuk Persiapan Pensiun

http://www.kompas.com/

Selasa, 21 Juli 2009 | 15:21 WIB

Tingginya minat masyarakat untuk membudidayakan gurami tidak terlepas dari keuntungan yang dihasilkan. Dengan pembudidayaan yang baik, dari setiap 1.000 ekor bibit gurami dengan total modal sekitar Rp 7,5 juta, petani bisa mendapat panen sekitar 9 kuintal ikan. Dengan harga gurami minimal Rp 20.000 per kilogram, petani akan mendapat Rp 18 juta atau meraih keuntungan Rp 10,5 juta. Budidaya gurami mulai dari telur, pembibitan, pembesaran, hingga induk memiliki prospek bisnis yang baik.

Sumber: http://www.kompas.com/

“permintaan ikan gurami konsumsi dikatakan cukup tinggi. Beberapa sumber mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan ikan gurami di Jakarta dan Jawa Barat di perlukan sekitar 12 ton/minggu dan belum dapat dipenuhi seluruhnya.”

Sumber: Bank Indonesia (http://www.bi.go.id)

Tasikmalaya, Kompas – “Departemen Kelautan dan Perikanan menegaskan kepada petani ikan gurami (Osphronemus gorami) agar segera bersiap menghadapi terbukanya peluang ekspor ikan gurami ke mancanegara tahun 2007.”

Sumber: Kompas (Kompas Cyber Media) Kamis, 07 Desember 2006

“Budidaya ikan gurame, mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi.disamping rasanya yang lezat dan empuk, ikan ini pun digemari banyak orang. Sudah menjadi tradisi dalam setiap kendurian, ikan gurame selalu menjadi syarat utama hidangan. Disamping rasanya itu, perawatannya pun tidak terlalu sulit dan tidak memakan banyak biaya, sehingga banyak petani ikan yang mulai menggemari, membudidayakan ikan ini, karena harga dari setiap bibitnya yang murah dapat menghasilkan keuntungan 3 kali lipat dari harga bibit.”

Sumber: Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (http://www.ristek.go.id)

Menurut pakar dari Norwegian Seafood Expor Council, peningkatan kesejahteraan secara umum di negara-negara Asia akan menjadikan negara-negara di wilayah ini meningkatkan fokus pada masalah kesehatan dan makanan. Berbagai kampanye dengan ide-ide kreatif dilakukan untuk merubah bahkan direkomendasikan beberapa otoritas untuk melipatgandakan jumlah konsumsi ikan sebagai pola makan. Kampanye makan ikan saat ini sudah menjadi isu global berkenaan dengan kesehatan, karena masalah yang sama juga terjadi di UE dan AS. Benar saja kalau FAO memprediksi bahwa total suply perikanan global akan terus meningkat hingga tahun 2015. Dengan kondisi tersebut diatas industri perikanan kita hendaknya cepat merespon secara positif dengan meningkatkan promosi dan kinerja ekspor perikanannya, mungkin ini merupakan blessing in disguise bagi industri perikanan Indonesia.

Sumber : Warta Pasar Ikan Edisi Mei 2005

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar